fbpx
Menu
Suara Santri Suara Hati

Kisah Abah Guru Ketika Tsanawiyah

  • Bagikan
SORBANSANTRI.COM

masih muda bersama Guru Semman Mulia Sedikit mengambil Abah Guru Waktu Abah Guru sekolah di Darussalam kelas satu tsanawiyah, beliau termasuk murid yang jenius, bukan pandai lagi, kalau ulangan selalu dapat nilai “jayyid jiddan” artinya nilai tertinggi. Namun paman beliau Guru Semman Mulia, ingin keponakannya benar-benar ‘alim.

Dan dikelas beliau itu ada pengajarnya yang ahli . Guru Semman meminta wali kelasnya supaya keponakannya jangan dinaikkan kelas supaya bisa setahun lagi dengan pengajarnya yang ‘alim itu.

Lalu Abah Guru dipanggil oleh Guru Seman selaku guru senior, dan menanyakan kepada Abah Guru dengan pertanyaan agama, dan Abah Guru bisa menjawabnya.

Baca Juga  LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

Setelah Semua pertanyaan itu habis ditanyakan, akhirnya guru seman bertanya ” Zaini, berapa jumlah bulu ketiak ikam???” (Wahai Zaini, berapakah jumlah bulu ketiakmu?), maka Abah Guru pun tidak dapat menjawabnya.. Kemudian kata Guru Semman, “han kada ‘alim ikam kada bisa menjawab, mun kada naik kelas jangan salahkan aku lah” (kalau tidak bisa menjawab berarti kamu belum ‘alim, jangan salahkan saya kalau kamu tidak naik kelas).

Akhirnya memang Abah Guru tidak naik kelas atas permintaan pamannya sendiri dengan yang mulia.. Dan Guru Semman sendiri sudah tau bahwa Abah Guru nanti akan menjadi orang besar, maka beliau di tarbiyah supaya jangan diri merasa ‘alim, padahal nilai-nilai Abah Guru selalu yang tertinggi.

Baca Juga  Biografi KH. Abdul Hamid Pasuruan

(KALAM PARA ULAMA')

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."