fbpx
Menu
Suara Santri Suara Hati

Kasus Pembunuhan Vina Cirebon 2016 Kembali Disorot, Etik Purwaningsih Jadi Perhatian

  • Bagikan
SORBANSANTRI.COM
Etik Purwaningsih memimpin sidang vonis Saka Tatal yang terkait kasus Vina di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon. Etik bertugas bersama dua hakim anggota yaitu Suharyanti dan Inna Herlina.

Berita Video

.com pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi pada tahun 2016 kembali mencuat dan masih ramai dibicarakan hingga kini. Meski telah berjalan selama delapan tahun, kasus ini belum selesai ditangani. Kasus tersebut pertama kali masuk persidangan pada tahun 2016 dengan sebagai hakim ketua.

Profil Etik Purwaningsih

Etik Purwaningsih kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan (PN) Kebumen setelah sebelumnya bertugas di PN Cirebon. Berikut adalah profil lengkapnya:

  • Nama: Dr. Etik Purwaningsih, .H., M.H.
  • Tempat/Tanggal Lahir: Yogyakarta, 26 Oktober 1975
  • Pendidikan:
  • S3/Doktor Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang (2016)
  • S2 Magister Ilmu Hukum, UII Yogyakarta (2004)
  • S1 Ilmu Hukum, UII Yogyakarta (1997)
  • Riwayat Jabatan:
  • Ketua PN Kebumen (2022)
  • Wakil Ketua PN Kebumen (2021)
  • Ketua PN Sukadana (2019)
  • Wakil Ketua PN Sukadana (2018)
  • Hakim Tingkat Pertama PN Cirebon (2016)
  • Hakim Tingkat Pertama PN Jepara (2012)
  • Hakim Tingkat Pertama PN Sukoharjo (2008)
  • Hakim Tingkat Pertama PN Kuala Tungkal (2004)
  • Hakim PN Bantul (2000)

Selain menangani , Etik Purwaningsih juga dikenal karena menangani kasus yang cukup viral yakni menjatuhkan hukuman kebiri kepada predator seksual Dian Ansori.

Baca Juga  [KLARIFIKASI] Penjelasan terkait foto-foto yang diklaim sebagai perlakuan kejam pemerintah China di kamp konsentrasi Muslim Uighur

Kronologi Kasus Pembunuhan Vina

Peristiwa pembunuhan dan rudapaksa terhadap Vina terjadi pada 27 Agustus 2016 di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Vina dan kekasihnya, Eky, dibunuh secara sadis oleh sejumlah anggota geng motor. Setelah membunuh, para pelaku merekayasa kematian seolah-olah mereka tewas karena kecelakaan.

Perkembangan Terbaru

Kasus ini kembali mencuat setelah dirilis dalam bentuk film layar lebar. Delapan terpidana telah ditahan dengan ancaman penjara seumur hidup. Terbaru, Pegi Setiawan, yang selama ini berada dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ditangkap di Bandung pada 21 Juni 2024. Pegi diduga sebagai salah satu anggota geng motor yang bertanggung jawab atas kematian Vina dan Eky dan dianggap sebagai pelaku utama pembunuhan ini. Tertangkapnya Pegi Setiawan menimbulkan sejumlah kontroversi dan sorotan publik terhadap penanganan kasus ini.

Penutup

Kasus pembunuhan Vina Cirebon 2016 terus memicu perhatian publik dan memperlihatkan perjalanan panjang menuju keadilan bagi para korban. Dengan terungkapnya profil hakim ketua yang menangani kasus ini, diharapkan ada perkembangan signifikan dalam proses hukum yang berjalan. Semua pihak berharap keadilan dapat segera ditegakkan bagi Vina, Eky, dan keluarga mereka.

@beritasorban Kasus pembunuhan Vina Cirebon tahun 2016 kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Meski sudah berjalan selama delapan tahun, kasus ini belum selesai ditangani. Hakim ketua yang menangani kasus ini, Etik Purwaningsih, kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kebumen. Profil Etik dan karirnya perhatian banyak pihak. Pada 21 Juni 2024, Pegi Setiawan, salah satu utama yang selama ini berada dalam DPO, berhasil ditangkap di Bandung. Penangkapan ini menimbulkan kontroversi dan meningkatkan tekanan publik untuk segera menyelesaikan kasus ini. Delapan terpidana sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Kasus ini menjadi pengingat akan perjuangan panjang mencari keadilan bagi Vina dan keluarganya. #KasusVinaCirebon #EtikPurwaningsih #KeadilanVina #Pembunuhan2016 #GengMotor #KeadilanTerungkap #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."