fbpx
Menu
Suara Santri Suara Hati

Pubertas atau Aqil Baligh Dalam Agama Punya Sikap Suka Menyalahkan

Sorban Santri - Tak Berkategori
  • Bagikan
SORBANSANTRI.COM

InfokomBanserNU- Semua orang pernah mengalami pubertas beragama, tapi biasanya itu gak lama, asal terus belajar dan tak berhenti membaca.

Di , santri kelas wushto yg lagi belajar Nahwu pasti sensi banget saat lihat kosakata arab yang i'robnya salah. Santri Ulya senyum-senyum saja. “Maklum belum hatam Alfiyah” katanya.

ngajinya masih Fathul Qorib, keluar dari kamar mandi jinjit-jinjit, sarung diangkat di atas betis karena takut najis. Waktu udah hatam Fathul Jawad, baru sadar kalau semua itu lebay dan melampau batas.

Pada ngaku gak, waktu ngaji Sulam dikit-dikit bilang dan .
Tapi setelah mempelajari syarahnya, Isy'adur Rofiq jadi lebih arif dan gak asal kritik.
Mereka yang baru belajar baca Quran Terjemah, baca yang terbayang perang dan .

Baca Juga  Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

Coba selami tafsirnya, pasti paham bagaimana sulitnya menahan amarah demi tersebarnya islam yang rahmah. Semakin bertambah ilmu semakin ringan menyelesaikan persoalan.
Ibarat balon yang diisi Hellium bisa terbang melayang. Beda sama yang ditiup dengan mulut, melembung tapi nggelundung.

Ngaji itu tak kenal berhenti, dari bayi sampai .
Apakah biar menang debat? Bukan. Tapi biar tahu kalau kita ini gak tahu.

#NUgarislucu
wes ngunu ae

(wali)

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."