Tragedi Banjir dan Lahar di Sumatra Barat: 28 Meninggal Dunia

  • Bagikan
SORBAN SANTRI
Banjir di Padang Sumbar,

sorbansantri.com – Sabtu malam (11/5) menjadi malam yang penuh dengan tragedi di Barat ketika lebat memicu banjir bandang dan lahar, menewaskan sedikitnya 28 orang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa jiwa kemungkinan akan terus bertambah karena empat orang masih belum ditemukan.

TikTok Sorban Santri

Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang wilayah yang paling parah terkena dampak banjir tersebut. Di Kabupaten Agam, hujan deras melampaui batas sehingga air dari Gunung Marapi meluap, membawa batu-batu besar dan menciptakan aliran baru yang menghantam pemukiman di sekitarnya, kata Budi Perwira , Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.

Baca Juga  Kamus Sejarah Indonesia Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pedoman Sejarah di Indonesia"*_

“Karena intensitas hujan yang sangat tinggi, jalur baru terbentuk dengan sendirinya,” ungkap Budi kepada wartawan Halbert Caniago yang melaporkan untuk BBC News Indonesia. “Banjir ini juga disertai dengan material batu besar dari Gunung Marapi.”

Tidak hanya korban jiwa, namun ada juga 16 orang yang mengalami luka-luka dari beberapa kecamatan di Kabupaten Agam. Sedikitnya 110 warga, tempat usaha, dan satu tergenang air, sementara tiga rumah lainnya dilaporkan terbawa arus banjir. Budi menyebut bencana ini sebagai yang “paling parah” dalam beberapa dekade terakhir di Kabupaten Agam.

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."