Nasib Seorang Ayah: Kisah Pilu di Balik Tindakan Kejahatan

  • Bagikan
SORBAN SANTRI

– Di tengah kecamuk yang tak kunjung menemukan terang, sebuah kisah menyayat terungkap di jalanan kota. Seorang ayah, dalam keputusasaannya mencari nafkah, tertangkap tangan oleh karena mencuri. Ironisnya, ketika supremasi hukum seharusnya ditegakkan, main hakim sendiri menjadi jawaban bagi sebagian orang. Pria malang itu dianiaya hingga tak bernyawa, sementara di lain, koruptor besar dengan bebasnya meninggalkan tanpa rasa takut akan hukuman.

Tragedi ini semakin memilukan ketika sebuah ponsel tua berdering, mengungkapkan lugu seorang anak yang tak tahu apa-apa. “Halo, Ayah… Apakah Ayah sudah dapat uang untuk membeli beras? Kami sudah lapar sekali… dari pagi belum .” Kalimat itu seakan menjadi tamparan bagi mereka yang mendengarnya, menyadarkan bahwa di balik setiap kesalahan, ada kisah yang tidak diketahui.

Baca Juga  Bingung Keluarga! Bang Toyib Terjebak di Angkasa, Dak Pulang-pulang

Kisah ini adalah pengingat pahit bahwa terkadang, keadilan yang kita cari terkubur dalam tumpukan prasangka dan kemarahan. Nasib seorang ayah, yang hanya ingin memberi makan keluarganya, berakhir tragis di tangan mereka yang kehilangan belas kasih. (AI )

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."