fbpx
Menu
Suara Santri Suara Hati

Kembalilah pada Khittah: Mengapa Kita Harus Menghormati Fatwa Mu’tamar Situbondo 1984

  • Bagikan
SORBANSANTRI.COM
SEBESAR APA PUN GODAAN POLITIK, KHITTAH NU HARUS TETAP DIPERKUAT

sorbansantri.com , 1984 – Di tengah gegap gempita suasana Mu'tamar Nahdlatul (NU) ke-27, lahirlah sebuah keputusan besar yang mengubah organisasi. Para ulama besar dengan penuh ketulusan dan nurani yang bersih sepakat untuk mengembalikan NU ke Khittah 1926, melepaskan diri dari politik praktis demi menjaga murninya dan kemasyarakatan.

Namun, kini pada tahun 2024, kita menyaksikan sesuatu yang menyayat hati. Para pengurus NU secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan politik. Lebih menyedihkan lagi, tindakan ini dipimpin oleh seseorang yang mengaku sebagai dzurriyah pendiri NU. Mereka, yang seharusnya menjadi penjaga warisan leluhur, justru mengkhianati amanat tersebut.

SORBANSANTRI.COM
Gus Dur – KH Ahmad Shiddiq – KH Asad Syamsul Arifin.png

Fatwa Mu'tamar ke-27 menegaskan bahwa NU harus di atas segala golongan, bebas dari kepentingan politik praktis. Fatwa ini bukanlah sekadar dokumen, melainkan pesan dari hati para pendiri NU yang berharap agar kita tetap teguh pada jalan yang benar, tanpa terjebak dalam pusaran politik yang bisa mengaburkan misi suci kita.

Baca Juga  Israel Abaikan Seruan PBB, Lanjutkan Serangan di Rafah

Sebagai warga Nahdliyin, mari kita renungkan dengan hati yang jernih. Apakah kita akan mengingkari fatwa para muassis yang telah memberikan segalanya untuk NU? Ataukah kita akan terbuai oleh pendatang baru yang mengingkari Khittah yang telah ditetapkan dengan penuh perjuangan dan doa?

Tanyakan pada hati nurani kita masing-masing. Apakah kita mau menghormati warisan para pendiri atau justru menghancurkannya demi kepentingan sesaat? Kembali ke Khittah bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga tentang menjaga kehormatan dan keluhuran nilai-nilai yang telah diwariskan kepada kita.

Mari, dengan segenap hati dan , kita kembalikan NU pada jalur yang benar. Kita jaga amanat para pendiri dan teruskan perjuangan mereka dengan tulus dan ikhlas. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan keberkahan untuk tetap istiqamah di jalan yang diridhoi-Nya. (AI )

Post Terkait

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."