MUI Desak ICC Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

  • Bagikan
SORBAN SANTRI
Netanyahu adalah seorang Perdana Menteri Israel sejak Desember 2022, yang menjabat dari 1996 sampai 1999 dan lagi dari 2009 sampai 2021.

Jakarta, 3 Mei 2024 Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mendesak Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk tidak ragu dalam mengeluarkan surat perintah terhadap Perdana Israel, Benjamin Netanyahu. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kejahatan yang dinilai luar biasa biadab yang dilakukan oleh Netanyahu terhadap rakyat Palestina.

Menurut Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, ICC harus menunjukkan keberanian dan integritasnya sebagai lembaga hukum internasional dengan mengeluarkan surat penangkapan tersebut. “Mari kita tunggu apakah ICC masih punya nyali atau tidak. Jika tidak, maka ICC tidak lagi berhak untuk dipercaya sebagai Mahkamah Pidana Internasional, dan kita meminta kepada masyarakat dunia supaya mahkamah tersebut dibubarkan saja,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Baca Juga  WASPADAI SHARE-SHARE KEAGAMAAN YANG BEREDAR DI GROUP WHATSAPP

Anwar juga menegaskan bahwa proses penangkapan Netanyahu tidak perlu dilakukan melalui proses panjang. Israel, menurutnya, telah melakukan tindakan genosida yang mengerikan terhadap rakyat Palestina dengan jumlah mencapai ribuan jiwa. “Ini jelas-jelas merupakan tindakan genosida yang ditujukan oleh Benjamin Netanyahu untuk seluruh atau sebagian dari rakyat Palestina,” tegas Anwar.

Dia juga menyoroti kekhawatiran bahwa ICC mungkin tidak berani mengeluarkan surat penangkapan tersebut karena tekanan dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Anwar menilai hal ini akan menggadaikan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh ICC.

Sementara itu, Israel disebut semakin resah dengan kemungkinan dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh ICC terhadap Netanyahu dan pejabat lainnya. Hal ini tercermin dari upaya diplomatik yang dilakukan Netanyahu, termasuk meminta dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar dapat menghindari penangkapan tersebut.

Baca Juga  Update Corona 2 April: 1.790 Kasus, 170 Meninggal, 112 Sembuh

Meskipun AS telah menegaskan bahwa mereka tidak mendukung penyelidikan ICC terhadap Israel, MUI bersama dengan banyak pihak di dunia internasional terus mendorong agar keadilan dan kemanusiaan tidak terkompromi dalam ini. Wallahu a'lam. (AI Sorban)

  • Bagikan
Situs ini melarang klik kanan
Maaf, situs ini mematikan pilihan
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan CUT."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan inspeksi elemen."
"Maaf, situs ini tidak mengizinkan untuk melihat sumber."