Belum lagi, factor stabilitas organisasi yang harus terjaga dengan baik. Menjaga stabilitas tidak boleh mematikan proses dialog yang ada. Dinamika dalam berorganisasi adalah sesuatu yang lumrah. Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang sangat alamiah sekali. Bisa kita lihat dan nikmati perbedaan para ulama dalam masalah-masalah fiqhiyah. Meski harus ada pemilahan terkait ini. Layak nya dalam beragama, maka dalam perkumpulan ada masalah yang tergolong ushul (pokok) yang tidak boleh untuk di selisihi ; dan ada masalah yang tergolong furu’ (Cabang) yang boleh berbeda pendapat tentang hal ini.
Hanya satu hal, yang di yakini oleh banyak kalangan yang menjadi sumber energy tak terbatas dari perkumpulan ini. Adalah kecintaan Nahdliyin pada perkumpulan yang terjaga dari masa ke masa. Sebagaimana fans setia sebuah klub sepak bola, yang terus memberikan dukungan meski saat timnya terpuruk. Millanisti meradang, Marah dan protes besar-besaran saat Li Yonghong justru membawa petaka pada klub tercintanya. Tapi Mereka tetap ikhlas mendampingi dan memberikan support pada AC. Milan untuk melalui fase terberatnya. Peran besar Kecintaan Nahdliyin pada perkumpulan adalah factor terpenting atau bahkan paling utama yang telah dibuktikan oleh sejarah.













