Langkah strategis segera dilakukan : penyetabilan neraca keuangan, Mengangkat Ivan Gazidis sebagai presiden, Memasukkan 3 legenda hidup (Leonardo, Maldini dan Boban) dalam jajaran direksi, menunjuk Marco Giampaolo sebagai pelatih dan mengontrak beberapa pemain medioker (kelas menengah). Berjalan setengah tahun, terjadi beberapa perubahan. Maldini di angkat menjadi direktur teknik, Leonardo dan Boban out dan Giampaolo di pecat karena tidak memberikan perubahan pada permainan Setan Merah.
Masuknya Stefano Pioli sebagai pelatih adalah berkat ketajaman insting Maldini. Pioli adalah pelatih yang tepat. Meski bukan pelatih hebat tapi dia adalah pelatih yang adaptatif, bisa menyesuaikan keadaan dan mau bekerja keras. Insting Maldini juga berperan besar dalam kesuksesan strategi transfer Milan. Dengan budget rendah, dia berhasil mendatangkan pemain-pemain yang sesuai dengan kebutuhan klub. Salah satunya adalah Zlatan Ibrahimovic, di anggap sebagai pemain yang sudah habis. Saat di kontrak, dia sudah berumur 38 tahun, Sangat tua untuk kategori striker yang diharapkan punya kontribusi pada klub.
Kolaborasi tiga sosok dengan peran berbeda ini memberikan impact besar dalam kesuksesan Milan : Maldini berjibaku pada hal-hal teknis; Piolli berkonsentrasi pada taktik; dan Ibrahimovic bertugas menularkan mentalitas juara pada pemain, Akhirnya menghadirkan kebanggaan bagi Milanisti di seluruh dunia. Gracias untuk Scudeto ke-19 bagi AC. Milan.














