Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini dan Analisis

TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

×

TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

Sebarkan artikel ini
SORBANSANTRI.COM

Sama juga ketika kita telaah urusan teknis organisasi, maka akan kita temukan banyak kekurangan dalam banyak hal. Urusan peraturan organisasi misalnya, belum ada I’tikad kuat dan keberanian untuk meletakkan apa yang menjadi keputusan atau peraturan dengan adil dan istiqamah. Masalah Kepatuhan pada AD/ART dan PO, semisal dalam urusan Rangkap jabatan, belum ada uswah hasanah  terkait penegakan ini. Sering kita jumpai Seorang Pengurus NU yang mempunyai jabatan politik, tetap saja tidak ada tindakan nyata dari perkumpulan; Khittah misalnya, adalah konsep nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu kita yang ‘alim, ‘allamah dan wara’. Tapi ini hanya bergaung hanya setiap akan ada pil-pilan saja, setelah itu semua seakan-akan lupa; Hasil-hasil keputusan Tinggi organisasi, semacam Konferensi, Musyawarah kerja dan lain sebagainya belum menjadi rujukan dalam menjalankan laju roda perkumpulan.

Baca Juga  Bingung Keluarga! Bang Toyib Terjebak di Angkasa, Dak Pulang-pulang

Begitu juga dalam hal taktik untuk menjalankan sebuah program, Bagaimana mempunyai taktik (gameplan)  menjalankan program yang terstruktur, wong skemanya saja belum jelas. Mungkin saja Almaghfurlah KH. Abdurrahman Wahid menyadari (ketidakjelasan)  ini sehingga pilihan strategi beliau saat memimpin NU saat itu  adalah zig-zag.  Sampai-sampai  ada adagium terkenal yang sering disampaikan terhadap beliau saat memimpin NU, yakni Konsistensi Gus Dur adalah dalam Ketidakkonsistensiannya. Banyak sekali program-program hebat yang dicanangkan –bahkan oleh setingkat PBNU- yang ujug-ujug hilang setelah di launching. Sehingga pada akhirnya, bisa jadi Permusyaratan Tinggi perkumpulan bisa jadi hanya akan menjadi sebuah ritual kering yang tanpa makna.

Example 300250
Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *