Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini dan Analisis

TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

×

TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

Sebarkan artikel ini
SORBANSANTRI.COM

Finansial Sebuah Perjuangan adalah permasalahan klise yang diwariskan secara turun temurun sejak zaman Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda. Sampai saat ini pun, Hal ini menjadi pokok topik pergerakan sebuah perkumpulan, termasuk Nahdlatul Ulama. Di awal pendiriannya, Finansial perjuangan bertumpukan pada jihad bil-maal saudagar-saudagar kaya yang ada di Surabaya. KH. Hasan Gipo, Ketua pertama Hoofdbestuur Nahdlotoel Oelama termasuk dalam golongan ini. Tiga Kyai utama perkumpulan ini juga tergolong dalam golongan ulama kaya pada zaman itu. KH. Hasyim Asy’ari, berdagang kuda pada setiap selasa di pasar Tjukir. Disamping itu, Sawah yang dimiliki beliau cukup luas. Begitupun KH. Wahab Chasbulloh, Tambakberas  dan KH. Bisyri Syansuri, Denanyar.

Baca Juga  Menyambut Tahun Baru 2026, Pastikan Kendaraan Layak Jalan Demi Keselamatan dan Safar yang Aman

Sampai saat ini, ~setelah hampir satu abad umur perkumpulan~ Tetap saja masalah ini menjadi masalah laten. Kadang seakan-akan teratasi tapi sejurus kemudian, mak bedunduk muncul lagi. Dengan usia yang sudah sedemikian sepuh nya, ternyata masalah mendasar bagi sebuah perkumpulan, yakni finansial tetap saja belum teratasi dengan baik. Dengan masalah mendasar yang sedemikian, seharusnya NU sudah hilang dari peredaran zaman. Tapi nyatanya, daya survival nya sangat kuat. Daya survival yang demikian, bisa jadi karena adanya peran besar tokoh-tokoh lokal di daerah yang memperjuangkan eksistensi perkumpulan ini. Faktor terkuatnya, tentu hubungan sanad keilmuan dan sanad perjuangan dan tentu keberkahan  yang nerembes dari para muassis (pendiri).

Example 300250
Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *