Sorbansantri.com – Rabu Pahing (17/03/2021) Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
menyelengarakan acara Lailatul Ijtima’ bertempat di Musholla Ihya’ Ulumuddin
Ledok – Mojojejer – Pesanggrahan kec.Kutorejo, Mojokerto yang dihadiri oleh para pengurus ranting NU
Pesanggrahan beserta jajaran dan banom-banom NU dan masyarakat sekitar.
Gema sholawat Nabi Muhammad SAW mengawali Kegiatan Lailatul ijtima’ sebagai
pembuka yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah,
sholat-sholat sunnah, pembacaan Rotibul Haddad, pemberian santunan hasil donasi
Koin NU dan diakhiri dengan pengajian.

Dalam sambutan acara oleh Ustadz Nursalim,
Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
mengapresiasi kegiatan yang berlangsung setiap Rabu pahing tersebut.
“Lailatul Ijtima ini, alhamdulillah telah berjalan istiqomah selama sekian tahun tanpa putus, hal yang demikian harus terus dilanjutkan untuk menjadi wadah bagi para Nahdhiyyin di wilayah Pesanggrahan ”, ujar Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan.
“santunan yang diberikan kepada para Dhuafa’ dan yatim piatu diperoleh dari
pengumpulan Koin NU yang tiap bulannya diambilkan dari para donator koin (masyarakat pesanggrahan), yang manfaatnya juga bisa langsung dirasakan”, ujarnya menegaskan tentang program koin NU.
Program Koin NU Pesanggrahan menjadi wadah para donatur untuk bisa berbagi
kepada para kaum dhuafa dan yatim piatu. Program yang sudah berjalan 3 tahunan ini memberikan manfaat buat seluruh warga yang membutuhkan.
“pada malam hari ini, santunan dari koin NU diberikan untuk 15 orang penerima (dhuafa dan yatim piatu), semoga bisa bermafaat buat yang menerima ” ujar Abah Munadi, Ketua Upzis NU care Ranting Pesanggrahan.
Dalam pengajian yang dipandu oleh Gus Zamroni Umar juga mengatakan
bahwa Program Koin NU ini
merupakan skema gotong royong
untuk berbagi kemanfaatan buat
orang yang membutuhkan.
“Ketika niku didamel skema gotong
royong, mongko arto niki manfaati
dumateng tiyang liyane. Wonten
huququ jiwar sing saget kita lepas. NU
niku lek disonggo sareng-sareng, alhamdulillah yakin, bakal manfaati kanggene tiang katah (ketika (koin NU) ini dibuat dengan skema gotong royong, maka harta itu
bisa manfaat untuk orang lain, ada hak-hak tetangga yang bisa kita lepas. NU itu kalau ditopang bersama, alhamdulillah yakin akan memberikan manfaat buat orang
banyak) ”, kata Gus Zamroni Umar memberikan penjelasan dan motivasi untuk Koin NU.
Selain membahas mengenai program koin NU, Gus Zamroni juga menegaskan tentang pentingnya kegiatan lailatul Ijtima’ dan kefanatikan terhadap NU.
“setiap lailatul Ijtima’ ngeten niki dikei ngaji kitab Bidayatul Hidayah lan kajian keNU-an, niki penting, niki dalam rangka membangkitkan ashobiyah kito,
membangkitkan fanatisme kito (setiap lailatul ijtima’ seperti ini diberikan pengajian
kitab bidayatul hidayah dan kajian ke-NU-an, ini penting, ini dalam rangka membangkitkan ashobiyah, membangkitkan kefanatikan kita)”, tuturnya.
“syeikh Ibnu Kholdun dawuh ngeten, Innama da’watut diniyyatu bighoiri
ashobiyyatin la tatimmu, anging mestine dakwah keagamaan tanpo ashobiyyah/fanatisme iku ora sampurno, dadi dakwah agomo niku kedah wonten fanatike (syeikh ibnu Kholdun menyampaikan bahwa dakwah tanpa fanatisme itu tidak sempurna, jadi dakwah keagamaan itu harus ada fatiknya) ”, imbuhnya menegaskan akan pentingnya dalam dakwah keagamaan.
(hr_NU Pesanggrahan – Sorban)












