Sebagai Saudara Seiman, Dunia Islam Berduka
Teheran – Peristiwa tragis telah mengguncang Iran setelah serangan udara besar yang dilancarkan oleh koalisi militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan banyak warga sipil, termasuk puluhan anak di sebuah sekolah dasar putri di selatan Iran. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik yang kini juga dikaitkan dengan laporan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
📉 Serangan Udara dan Korban Anak-Anak
Serangan udara yang terjadi pada Sabtu pagi itu menghantam Sekolah Dasar Putri Shajareh-Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, saat siswa sedang mengikuti kegiatan belajar. Laporan dari media pemerintah Iran menyebut korban tewas mencapai sekitar 108 siswi, dengan puluhan lainnya luka-luka atau masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan sekolah tersebut.
Banyak laporan menyebut serangan itu juga mengenai wilayah permukiman di sekitar kota, menambah jumlah korban sipil di luar lingkungan sekolah. Meski angka resmi masih bervariasi, ratusan warga sipil tewas dan luka-luka di berbagai wilayah Iran akibat gelombang serangan udara tersebut.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini, menggambarkan serangan sebagai tindakan yang biadab dan melanggar hukum internasional, khususnya karena menimbulkan korban anak-anak yang tidak bersalah.
📅 Kronologi Kejadian
28 Februari 2026 – Pagi:
Serangan udara besar dimulai oleh gabungan militer AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk fasilitas militer dan wilayah sipil. Salah satu dampak paling tragis adalah hancurnya sebuah sekolah dasar putri di Minab.
28 Februari 2026 – Siang hingga Sore:
Ledakan bergelombang terdengar di beberapa kota lain, termasuk di Teheran, yang memicu kepanikan dan evakuasi warga sipil. Sekolah dan permukiman menjadi bagian dari wilayah terdampak, menurut laporan awal media dan otoritas lokal.
1 Maret 2026:
Selain laporan tragedi di Minab, Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional, sementara dunia terus menanggapi dampak kemanusiaan dari serangan udara yang meluas ini.
🕊️ Dampak Kemanusiaan & Reaksi Global
Serangan yang menimpa sekolah dan permukiman secara dramatis menimbulkan gelombang kecaman internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengecam keras meningkatnya angka korban sipil dalam konflik tersebut. Banyak suara menekankan pentingnya perlindungan warga sipil di tengah tindakan militer.
Situasi ini juga menimbulkan kecemasan yang luas di masyarakat Iran, dengan keluarga terus mencari anak-anak mereka dan pihak medis berjuang mengevakuasi korban dari reruntuhan.
🤲 Doa & Harapan sebagai Saudara Seiman
Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan kita akan kemanusiaan dan kasih sayang universal. Anak-anak dan warga sipil adalah korban terbesar dalam konflik bersenjata — mereka yang paling rentan dan tidak terlibat dalam dinamika politik.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ya Allah, lindungi anak-anak dan seluruh korban konflik ini. Berikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan, dan bimbinglah umat manusia menuju perdamaian sejati.”
Semoga tragedi ini menjadi pengingat bahwa setiap nyawa itu berharga, dan bahwa konflik harus diakhiri dengan solusi damai demi generasi sekarang dan masa depan. Aamiin.










