MOJOKERTO – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Mojokerto memasuki babak baru dalam regenerasi kepemimpinan. Partai berlambang bola dunia ini dipastikan akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di Hotel Aston Mojokerto.
Kepastian jadwal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Muscab, Ulil Abshor Cholish, atau yang akrab disapa Gus Ulil, saat ditemui di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Klinterejo, pada Selasa (24/3/2026).
Muscab sebagai Forum Tertinggi Evaluasi dan Penetapan Arah Kebijakan
Gus Ulil menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab ini merupakan agenda rutin partai yang memiliki posisi strategis. Forum ini menjadi mekanisme permusyawaratan tertinggi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi kinerja serta menentukan arah kebijakan partai untuk periode mendatang.
“*Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB hasil Muktamar Bali, Muscab adalah forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kabupaten. Fungsinya untuk mengevaluasi dan menentukan arah kebijakan partai, khususnya terkait kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Mojokerto untuk periode 2026-2031,*” ungkap Gus Ulil.
Mekanisme Seleksi Ketua: Tidak Ada Pemilihan Langsung, DPP yang Tentukan
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam Muscab kali ini adalah mekanisme pemilihan ketua. Gus Ulil menegaskan bahwa forum ini tidak akan digelar sebagai ajang kompetisi terbuka atau pemilihan langsung sebagaimana prosedur umum di beberapa partai lain.
Ia menjelaskan bahwa proses penetapan ketua DPC akan melalui mekanisme seleksi yang berjenjang, di mana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB memegang otoritas penuh.
“Tidak ada proses pemilihan dalam arti kompetisi terbuka. PKB saat ini memilih untuk mengedepankan proses seleksi. Siapa pun yang akan memimpin nanti, baik itu Bu Ayni Zuroh sebagai incumbent, atau teman-teman dari fraksi PKB di DPRD, atau bahkan nama baru yang muncul nanti, semuanya yang menentukan adalah DPP. Insya Allah yang terpilih adalah kader terbaik,” tegas Gus Ulil.
Peran Tim 7 dan Pemetaan Calon Kader Terbaik
Saat ini, proses pemetaan bakal calon ketua telah memasuki tahapan yang intensif. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, atas mandat dari DPP, telah membentuk Tim Penataan Struktur yang terdiri dari 7 orang (Tim 7). Mereka bertugas untuk memetakan dan menjaring nama-nama potensial dari setiap Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Mojokerto.
“*Nama-nama hasil pemetaan Tim 7 itulah yang nanti akan disampaikan dalam forum Muscab untuk mendapatkan tanggapan dan catatan dari peserta. Namun, proses selanjutnya adalah Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan langsung oleh DPP PKB di Jakarta,*” sambungnya.
Meski nama-nama calon telah melalui pemetaan, Gus Ulil secara diplomatis menolak menyebutkannya lebih awal. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Tim 7 dan usulan dari tingkat DPAC.
Persiapan 80% dan Tema Besar Taubat Ekologis
Menjelang hari pelaksanaan, persiapan Muscab dilaporkan telah mencapai 80%. Rencananya, Muscab ini akan dihadiri oleh seluruh perwakilan DPAC dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Selain membahas struktur kepemimpinan, Muscab kali ini juga akan mengusung tema besar yang sejalan dengan platform PKB, yakni Taubat Ekologis. Hal ini diwujudkan dengan komitmen untuk meminimalisir penggunaan sampah, khususnya sampah plastik, selama pelaksanaan acara berlangsung.
“Kami akan berusaha meminimalisir sampah plastik. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga lingkungan,” jelas Gus Ulil.
Turut diundang dalam forum tersebut sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU), para kyai, serta pimpinan partai politik (parpol) yang ada di Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk sinergitas dan silaturahmi politik.
















