Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sejarah

Ayo Sarungan ! Mengenal Sarung Budaya Warga NU di Indonesia Khususnya Santri

×

Ayo Sarungan ! Mengenal Sarung Budaya Warga NU di Indonesia Khususnya Santri

Sebarkan artikel ini
SORBANSANTRI.COM

 

 

Example 500x500

SORBANSANTRI.COM

sorbansantri.com – Asal muasal penyebutan kata sarung sebenarnya merupakan serapan dari bahasa arab yaitu syar’i, yang memiliki arti sesuatu yang harus diikuti umat Islam, termasuk dalam hal berpakaian. Kata syar’i kemudian memiliki masdar syar’un. Karena masyarakat Indonesia saat itu sulit untuk menyebut serapan ‘n’ maka disebutlah sarung.

Sarung pada awal kemunculannya diperkenalkan oleh orang-orang Islam yang berdagang di Indonesia, yakni para saudagar Arab dan Gujarat India. Selain melakukan perdagangan, mereka juga menyebarkan agama Islam di Nusantara, ini terjadi sekitar abad ke-14 Masehi. Sehingga dalam perkembangannya, sarung di Indonesia identik dengan kebudayaan Islam.

Baca Juga  Pelantikan pengurus ranting GP ANSOR se kec jetis mojokerto

Di beberapa catatan tertulis, asal mula sarung berasal dari Yaman. Sebuah kain yang awalnya dipakai oleh suku Badui yang tinggal di sana.

Masyarakat Yaman menyebutnya sebagai futah. Pada saat itu futah merupakan kain putih yang dicelupkan ke pewarna yang berwarna hitam. Adanya perdagangan yang membuat eksistensi sarung semakin meluas. Karena pada saat itu industri tekstil adalah komoditas raksasa dalam perdagangan era Islam.

Standar kualitas tekstil dalam perdagangan masyarakat muslim di semenanjung Arab sangat tinggi. Sehingga industri tekstil di era Islam sangat berpengaruh besar terhadap bangsa barat. Sarung telah menjadi pakaian tradisional masyarakat Yaman saat itu. Bahkan sekarang sarung masih menjadi salah satu oleh-oleh tradisional khas Yaman.

Baca Juga  ADAB DAN PROFIL SANTRI SEBELUM KONFERENSI

Sarung juga menunjukkan eksistensinya saat zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, sarung identik dengan simbol perlawanan terhadap budaya barat yang dibawa oleh para penjajah. Kaum santri adalah orang-orang yang paling konsisten dalam mengenakan sarung. Sedangkan kaum nasionalis abangan hampir meninggalkan sarung dan beralih ke budaya barat dengan mengenakan celana panjang.

Itulah sejarah singkat mengenai awal mula kemunculan sarung di Indonesia bahkan eksistensinya saat zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Terlepas dari itu semua, sarung adalah salah satu item yang telah melekat pada masyarakat Indonesia dan menjadi identitas diri seorang santri. (W S R sorban)

Example 300250
Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *