Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaBudayaKajianNahdlatul Ulama'NasionalPeristiwaSejarah

Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

×

Tradisi KUPATAN pada Masyarakat JAWA Di Hari Ke-7 Di Bulan Syawal

Sebarkan artikel ini
SORBANSANTRI.COM

Sorbansantri.com- Mojokerto.Tradisi atau budaya orang Jawa khususnya jawa timur di hari ke-7 setelah Idul Fitri yaitu bancaan/syukuran ketupat dan lepet yang di bawa ke musholla dan masjid,orang Jawa menyebutnya RIYOYO KUPAT(Lebaran Ketupat). Dengan tujuan untuk bersedekah setelah merayakan kemenangan di bulan yang Fitri.

Seperti yang ada di desa Pagerwojo kecamatan Perak kabupaten Jombang, tradisi ini sudah di lakukan sejak dulu dari turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang kita.

Example 500x500

SORBANSANTRI.COM

SORBANSANTRI.COM
Suasana Kupatan masyarakat di Desa Pagerwojo,Perak,Jombang

SORBANSANTRI.COM

Sejarah ketupat konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran Idul Fitri.

Arti Kata Ketupat dalam filosofi Jawa,memiliki makna khusus.
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku Lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku Papat artinya EMPAT TINDAKAN.

Baca Juga  WARGA SUMUT KEMBALI MELAKUKAN PELECEHAN TERHADAP KIAI

NGAKU LEPAT.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBARAN
Sudah usai,
menandakan berakhirnya waktu puasa.

LUBERAN
Meluber atau melimpah,
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBURAN
Sudah habis dan lebur.
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABURAN
Berasal dari kata labur,
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Baca Juga  PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro Galang Donasi Untuk Korban Semeru

FILOSOFI KUPAT – LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
Janur, diambil dari bahasa Arab ” Ja’a nur ” (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
KUPAT YANG DIBELAH,
pasti isinya putih bersih,
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja’a nur).

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet,
meminta maaf,
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
jangan diulang lagi,
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET. (Hasan sorban-Ngoro)

Example 300250
Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *