SORBANSANTRI.COM – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, umat Islam diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan sebaik-baiknya, termasuk memastikan kelayakan kendaraan sebelum digunakan. Kendaraan yang layak jalan bukan hanya menunjang kenyamanan safar, tetapi juga menjadi ikhtiar penting dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan.
Momentum akhir dan awal tahun kerap diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk silaturahmi keluarga, ziarah, maupun keperluan lainnya. Dalam kondisi lalu lintas yang padat, kendaraan yang tidak terawat berpotensi menimbulkan gangguan di perjalanan hingga membahayakan keselamatan.
Menjaga Kelayakan Kendaraan Bagian dari Ikhtiar
Dalam ajaran Islam, menjaga keselamatan termasuk bagian dari tanggung jawab dan ikhtiar seorang muslim. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kelayakan kendaraan dapat dimulai dari pengecekan sederhana, seperti kondisi ban, rem, oli mesin, lampu penerangan, air radiator, hingga aki dan klakson. Perawatan ini menjadi langkah preventif agar perjalanan tidak terganggu oleh kerusakan mendadak di jalan.
Safar Aman, Ibadah Pun Lebih Tenang
Perjalanan yang aman dan lancar akan membantu pengendara tetap fokus dan tenang, sehingga tujuan safar dapat tercapai dengan baik. Kendaraan yang prima juga mengurangi risiko mogok di tengah jalan, yang kerap memicu kemacetan atau kecelakaan, terutama saat arus lalu lintas padat di momen pergantian tahun.
Selain kesiapan kendaraan, pengemudi juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan diri saat lelah, serta mematuhi aturan lalu lintas sebagai bentuk adab bermuamalah di ruang publik.
Doa dan Tawakkal Menyertai Perjalanan
Setelah ikhtiar dilakukan, umat Islam dianjurkan untuk menyertakan doa safar dan bertawakkal kepada Allah SWT. Perpaduan antara usaha lahir dan sikap batin inilah yang menjadi kunci perjalanan yang penuh keberkahan.
Menghadapi Tahun Baru 2026, kesadaran akan kelayakan kendaraan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kendaraan yang layak jalan, perjalanan menjadi lebih aman, tidak mengganggu pengguna jalan lain, serta mencerminkan sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.











